Minggu - 22 Mei 2016

Ternyata, ADA KA’BAH DI ATAS BAITULLAH


Ilustrasi Baitul Makmur


PERNAHKAH
Anda mendengar kata Baitul Makmur? Anda dapat menemukan nama Baitul Makmur di dalam Alquran, sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut:

“dan demi Baitul Ma’mur,” [QS. Aţ-Ţūr ayat 4]

“dan atap yang ditinggikan (langit),” [QS. Aţ-Ţūr ayat 5]

“dan laut yang di dalam tanahnya ada api,” [QS. Aţ-Ţūr ayat 6]

Lalu, apa yang dimaksud dengan Baitul Ma’mur itu? Bahkan Allah menjadikan Baitul Ma’mur sebagai sumpah-Nya sebagaimana yang tertulis dalam surat Aţ-Ţūr ayat 4 tadi. Seperti diketahui bahwa makhluk Allah yang menjadi sumpah berarti termasuk makhluk yang mulia. Jadi, apa itu Baitul Ma’mur?

Baitul Ma’mur juga terdapat dalam hadits Rasulullah SAW, pada saat beliau mengisahkan peristiwa Isra’ Mi’raj beliau bersabda,

“Kami mendatangi langit ketujuh. Lalu aku mendatangi Nabi Ibrahim, aku memberi salam kepadanya dan belia menyambut, “Selamat datang putraku, sang Nabi.” Lalu aku melihat Baitul Makmur. Akupun bertanya kepada Jibril.

“Ini adalah Baitul Makmur, setiap hari, tempat ini dikunjungi 70.000 Malaikat untuk melakukan shalat di sana. Setelah mereka kaluar, mereka tidak akan kembali lagi ke tempat ini.” [HR. Bukhari 3207 & Muslim 162].

Baitul Makmur bermula saat Allah SWT hendak menciptakan khalifah di bumi. Saat itu keputusan Allah SWT ini dipertanyakan oleh para Malaikat. Seperti kalam Allah dalam Al-Baqarah : 30 yang artinya “Kenapa Engkau hendak menciptakan khalifah dibumi, yaitu orang-orang yang akan berbuat kerusakan & saling menumpahkan darah, sedangkan kami ini (para Malaikat) masih selalu bertasbih, bertauhid, dan mesucikan Engkau”, Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku lebih mengetahui terhadap apa yang kalian tidak ketahui.” (Al-Baqarah : 30)

Ternyata jawaban Allah membuat malaikat merasa berdosa. Kemudian untuk menebus segala dosa-dosanya, golongan malaikat ini berthowaf (berkeliling) Arsy sebanyak 7 kali. Allah kemudian memerintahkan kepada para malaikat itu untuk turun ke bumi dan membangun sebuah Baitullah (Ka’bah). Tujuannya agar jika Adam (manusia) berbuat dosa, dapat diampuni dengan berthowaf mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali.

Namun ketika banjir pada zaman Nabi Nuh AS, Allah mengangkat Baitullah ini ke atas langit. Di sisi Ka’bah tersebut dibangun sebuah menara yang kira-kira tingginya adalah sepanjang 500 tahun perjalanan. Apabila telah datang hari Jum’at, malaikat jibril naik ke atas menara dan mengumandangkan adzan, Malaikat Israfil yang membacakan khutbah Jum’at nya dan sholat Jum’at diimami oleh Malaikat Mikail, diikuti oleh seluruh Malaikat yang berada di Baitul Makmur tersebut.

Baitul Ma’mur adalah tempat atau bangunan yang sangat mulia, ia merupakan tempat beribadah para Malaikat di langit. Seperti yang kita ketahui, makhluk yang Allah jadikan sebagai sumpah adalah makhluk yang mulia, yang menunjukkan keagungan Sang Penciptanya.

Ada beberapa pendapat mengenai Baitul Makmur, antara lain:

  1. Rumah di langit yang tertinggi di dekat ‘Arsy, disifati dengan ‘makmur’ karena banyaknya yang melakukan tawaf dari golongan malaikat
  2. Baitullah Al-Haram (Ka’bah) yang di penuhi oleh jemaah haji yang thawaf dan i’tikaf
  3. Baitul Makmur dengan menggunakan “Lam ta’rif Al-Jinsi”. Seakan-akan Allah bersumpah dengan rumah-rumah (misalnya Ka’bah) yang diramaikan/dimakmurkan dan bangunan-bangunan yang terkenal.

Baitul Makmur adalah Ka’bahnya para penghuni langit, Al-Hafidz Ibnu Katsir ketika menjelaskan tafsir ayat di atas, beliau mengatakan,

“Baitul makmur itu adalah ka’bah bagi penghuni langit ketujuh. Untuk itu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Nabi Ibrahim ‘alahis salam menyandarkan punggungnya di Baitul Makmur. Karena beliau yang membangun Ka’bah di bumi, dan balasan sejenis dengan amal.” [Tafsir Ibnu Katsir, 7/428]

Selain itu, Ibnu Jarir At-Thabari rahimahullah juga berkata,

“Dari Ibnu Abbas: ia adalah rumah yang disekitar ‘Arsy yang dimakmurkan oleh para malaikat. 70.000 malaikat shalat di situ setiap hari kemudian mereka tidak akan kembali. Demikian juga pendapat Ikrimah, Mujahid dan banyak para salaf.”

Baitul Makmur adalah bangunan yang sangat mulia, ia sejajar dengan Ka’bah di bumi. At-Thabari meriwayatkan bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu tentang Baitul Makmur.

Ali Radhiyallahu ‘anhu menjawab,

“Itu adalah bangunan di langit, sejajar dengan Ka’bah. Kemuliaan bangunan ini di langit sebagaimana kemuliaan Ka’bah di bumi. Setiap hari dimasuki oleh 70.000 malaikat, dan mereka tidak kembali lagi.” [Tafsir at-Thabari 22/455 dan dishahihkan al-Albani].

At-Thabari juga menyebutkan riwayat yang mursal dari Qatadah (ulama tabi’in), beliau mengatakan,

“Sampai kepada kami informasi bahwa satu hari, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda di hadapan para sahabatnya, “Tahukah kalian, apa itu Baitul Makmur?” jawab beliau, “Allah dan Rasul-Nya yang paling tahu.”

Lalu beliau menjelaskan, “Baitul Makmur adalah bangunan masjid di langit, tepat di bawahnya adalah Ka’bah. Andai masjid ini jatuh, dia akan jatuh di atas Ka’bah.” [Tafsir at-Thabari 22/456. Riwayat ini juga dikutip Ibnu Katsir dalam Tafsirnya, 7/429].

Mengingat bangunan ini memiliki kedudukan yang sangat mulia seperti yang disebutkan, maka kalimat ini tidak boleh digunakan untuk menamakan satu rumah, atau tempat, atau bangunan apapun. Sebagaimana kita tidak boleh memberi nama tempat di sekitar kita dengan nama Ka’bah atau Baitul Haram, atau nama-nama lainnya yang diagungkan. Karena termasuk bentuk penghinaan dan agar tidak dianggap menyerupakan. [Fatawa al-Islam, no. 120126]

__________________________________
courtesy of makintau.com & infoyunik.com

Komentar