Hafidzah Cantik Ini, Pernah Jadi Guru Ngaji Putri Imam Masjidil Haram TAK banyak penghafal Alquran asal Indonesia yang berkiprah di Arab Saudi sana. Salah satunya adalah Nabilah Abdul Rahim Bayan, 24. Sejak usia 5 tahun, muslimah cantik ini sudah dididik orangtuanya untuk menjadi seorang hafidz Qur’an. Hingga akhirnya berhasil hapal keseluruhan isi Al-Qur’an pada usia 17 tahun. Tiga tahun lalu, usai merampungkan kuliahnya di Ummul Qura University jurusan Syariah, Nabilah menjadi pembimbing program intensif menghafal Alquran di Arab Saudi. Di lembaga tersebut, ia menjadi satu-satunya pengajar dari Indonesia. Untuk menghafal Alquran di lembaga tersebut bisa ditempuh dua bulan saja. “Tapi, karena waktunya sangat pendek, menjelang Ramadhan, saya bisa ajari anak menghafal dalam sebulan saja,” kata Nabilah yang lahir dan besar di kota Mekkah. Bahkan di lembaga tempat menghafal Alquran itu, ia mengajari putri seorang imam Masjidil Haram, Syekh Mahir al-Muaqly. Awalnya ia tak sadar, salah satu peserta didiknya putri seorang Imam Masjidil Haram. “Ketika saya tahu, wah bener nih anak imam masjidil haram,” kata dia bangga. Kini, istri dari Pengasuh Ponpes Daarul Qur’an Ketapang, Cipondoh, Tangerang, Ustaz Slamet Ibnu Syam mengaku bahagia bisa berbagi ilmu dan melahirkan para penghafal Alquran. “Ya kita membaca Alquran saja mendapat pahala, bagaimana mengajari orang menghafal Alquran, ada bonus pastinya,” kata dia. Nabilah yang baru kembali ke Tanah Air ini melihat begitu besar antusiasme anak-anak untuk menghafal Alquran. Sebagian dari mereka, ada yang kuat untuk menghafal satu halaman Alquran dalam sepuluh menit. KELUARGA TAHFIZ Sejak usia 5 tahun, Nabilah Abdul Rahim Bayan dibiasakan kedua orangtuanya menghafal Alquran. Lantaran masih kecil, proses menghafal Alquran pun terbilang lama. “Dulu kan masih kecil, masih suka main-main, jadi lama,” katanya saat berbincang bersama Republika.co.id usai Wisuda Akbar Daarul Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta. Muslimah kelahiran Makkah, Arab Saudi, 15 April 1992 ini mengaku awalnya mengalami kesulitan menghafal Alquran. Namun, orangtuanya begitu sabar dan displin mengajarinya menghafal. “Mereka sangat disiplin. Ketika waktunya menghafal, ya saya harus menghafal. Hal itu dilakukan secara berulang,” kata dia yang tumbuh dan besar di Arab Saudi. Dalam proses menghafal, Nabilah bekerja keras. Ia ikuti metode yang mempermudah hafal Alquran di Arab Saudi. “Jadi, metode yang saya jalani, pagi sekolah, lalu dari Ashar hingga Magrib menghafal Alquran. Ini terus berulang dilakukan,” tutur Nabilah dalam bahasa Indonesia yang lancar, meski sehari-harinya dia lebih banyak berkomunikasi dalam bahasa Arab. Alhasil, bukan hanya dia, tiga saudaranya pun juga menjadi hafiz. Satu kakak laki-laki, satu adik laki-laki dan satu adik bungsu perempuan, semuanya hafal Alquran. Orang tua Nabilah, Abdul Rahim Bayan, memiliki peranan penting dalam meletakan dasar hafalan Alquran. Karena itu, lanjut dia, bagi mereka yang ingin menghafal Alquran, “Mintalah doa restu, karena doa orang tua akan mudah terkabul.” “Yang terpenting lagi, tanya diri masing-masing apakah tujuan menghafal Alquran. Apakah mencari keberkahan hidup atau apa,” kata dia. Keluarga ini pun diundang khusus oleh ustadz Yusuf Mansyur untuk berbagi pengalaman dalam program “Chatting dengan YM” di salah satu stasiun televisi swasta ANTV, April 2014 lalu. Nabilah hadir lengkap dengan kedua Ortu dan saudara-saudaranya untuk berbagi pengalaman dan hafalannya. Saat Wisuda Akbar Indonesia Menghafal Quran ke-6 di Masjid Istiqlal, Nabilah juga turut hadir. Di atas panggung, didampingi Ustaz Yusuf Mansur, ia memperlihatkan kemampuannya menghafal ayat suci Alquran. Mereka yang hadir di wisuda tersebut terkagum dengan kemampuannya. Nabilah pun tak kalah kagum dengan antusiasme umat Islam di Indonesia dalam menghafal Alquran. “Kedekatan umat Islam di Indonesia dengan Alquran luar bisa. Saya terharu,” kata dia. Kini Nabilah membagi ilmunya sekaligus menjadi host acara Ngaji Yuk di Tahfidz TV bersama suaminya. (pds) sumber republika online, dailymoslem.com Penasaran dengan Nabilah? Simak suara merdunya bersama tiga saudaranya saat diundang di Trans TV : Komentar 23 April 2016 by Panggilan Dari Surau 356 viewson Fitur, Muslimah Share Artikel Facebook Twitter Google Plus Pinterest Linkedin Mail this Article Print this Article Tags: masjidil haram, muslimah, Nabilah Abdul Rahim Bayan, saudi arabia, tahfiz, ustadz yusuf mansyur