Tausiyah Hebat dari Pak Acong, Tukang Pijat Keliling Tukang pijat. Foto ilustrasi. Ini pengalaman seorang netizen yang dimuat di situs media islam. Tentang rejeki dan ketawakkalan yang dia dapat justru dari seorang tukang pijat keliling. Ditulis dengan gaya bertutur. PANGGILAN dari SURAU - Pagi ini saya minta tukang pijat langganan saya ke rumah untuk memijat badan yang sudah terasa ‘remuk’. Sambil memijat, saya ajak Pak Acong bicara tentang bagaimana dia mengelola keuangan yang minim. Saya ‘pancing’ dengan satu pertanyaan… muncul jawaban dan penjelasan yang membuat saya ‘bodoh’. Kesimpulannya ada 5 hal penting yang disampaikan Pak Acong. 1. Setiap orang dijamin rezekinya. Tidak mungkin orang tidak makan…. maka dia berprinsip, sesulit apapun, tidak boleh ngutang untuk makan. Nah, disinilah keyakinan/keimanan seseorang diuji. Masih percaya gak bahwa Allah akan kasih rezekinya dengan kecukupan. (Saat mengomong ini, saya jadi ingat zaman dulu, untuk makan di restoran yang saya pingin, saya harus ngutang pake kartu kredit ). 2. Kalo benar orang itu kelaparan dan gak ada lagi rezekinya, maka itu tanda-tanda dia akan dicabut nyawanya karena jatah rezekinya sudah habis. 3. Allah memberi rezeki, manusia yang mengaturnya. Jadi cukup gak cukup itu tergantung yang ngatur. Misal, Allah memberi rezeki untuk 1 bulan, tapi dihabiskan hanya 10 hari. Maka yang salah siapa? Ya orangnya sendiri… (saya jadi ingat dulu saat masih gajian… gaji saya 20 koma…. maksudnya tanggal 20 sudah koma, alias gak cukup ). 4. Seberat apa pun kita jangan mengeluh pada orang lain. Sesulit apapun, kita jangan minta minta pada orang lain. Karena ini akan membuat kita hina di mata orang lain. Nikmati saja hidup… dan sebaik baik tempat mengadu adalah Allah. (Yang ini mantaabb pak Acong!). 5. Beliau tidak punya utang, meski penghasilannya jauh di bawah UMR. Kuncinya, selalu bersyukur dan disiplin menyisihkan penghasilan setiap minggu Rp10 ribu untuk keperluan lebaran dan kebutuhan jangka panjang lainnya. Masya Allah… sebuah tausiyyah yang luar biasa dari pak Acong. Hampir yang semua dia katakan, adalah contoh hidup yang dilakukan dan diamahkan oleh Nabi SAW. Akhirnya tidak terasa, pijat pun kelar. Badan dan mindset saya bukan hanya jadi terefresh, tapi juga tertampar. Tidak apalah, itu jamu bagi kehidupan. Terima kasih Pak Acong atas semuanya. (pds) sumber islamuna.info Googlenya Aswaja Komentar 18 Mei 2016 by Panggilan Dari Surau 434 viewson Taushiyah Share Artikel Facebook Twitter Google Plus Pinterest Linkedin Mail this Article Print this Article Tags: Pak Acong, Tausiyyah, tukang pijat keliling