Senin - 30 Mei 2016

Besok Matahari Tepat di Atas Ka’bah, Saatnya Betulkan Arah Kiblat Anda


Matahari akan berada tepat di atas Kabah pada Jumat 27 Mei 2016. Sehingga, besok menjadi waktu yang mudah untuk menentukan arah kiblat yang tepat.

 

Tatacara meluruskan arah kiblat yang sederhana.

Tatacara meluruskan arah kiblat yang sederhana.

 

PANGGILAN dari SURAU - Tahukah anda, jika anda hidup di wilayah indonesia dan sekitarnya, pergeseran arah kiblat sebesar 1 derajat saja bisa melencengkan arah sekitar 100 km dari titik Ka’bah. Semakin jauh kita dari Ka’bah lencengan arah ini akan semakin besar. Jadi, sangat dianjurkan untuk setepat mungkin menentukan arah kiblat ini, baik bagi masjid dan mushola maupun ketika kita sholat di rumah atau kantor.

Untungnya menentukan arah kiblat dengan tepat itu tidak sulit. Tidak perlu alat canggih. Dengan berbekal sinar matahari, kita bisa menentukannya dengan amat teliti. Cara ini bahkan bisa lebih teliti dibandingkan dengan menggunakan kompas yang sangat mudah terpengaruh dengan medan magnet di sekitarnya.

Kemenag, dalam siaran pers yang dimuat di websitenya, Kamis (26/5/2016), menulis, berdasarkan data astronomi, pada Jumat 27 Mei 2016 pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA, matahari melintas di atas Ka’bah.

Kondisi itu, mengakibatkan bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.
“Bayang-bayang benda yang berdiri tegak, pada tanggal dan jam tersebut akan mengarah tepat ke Ka’bah,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar) Kementerian Agama (Kemenag) Muhammadiyah Amin, sebagaimana dikutip Dream.

Peristiwa itu biasa disebut dengan Rashdul Qiblah. Rashdul Qiblah, kata dia, merupakan salah satu metode untuk menentukan arah kiblat yang berada di Ka’bah. Rashdul Qiblah biasanya memang terjadi pada 27/28 Mei setiap tahun.

Oleh karena itu, Amin meminta kepada umat Muslim dan pengurus masjid atau musala bisa melakukan penyesuaian arah kiblat yang tepat pada Jumat besok.

arah kiblat 7_panggilan dari surau

Apakah Arah Kiblat Bisa Berubah

Apakah arah kiblat masjid bisa berubah atau bergeser akibat gempa bumi maupun bergeraknya lempeng Bumi seperti isu yang tengah berkembang? Jawabannya tentu Tidak! Artinya pengukuran sebelumnya memang yang membuat arah kiblat masjid tersebut tidak tepat.

 

arah kiblat 9_panggilan dari surau

 

Dan dari mana saja engkau keluar (untuk shalat), maka hadapkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram (Ka’bah), dan sesungguhnya perintah berkiblat ke Ka’bah itu adalah benar dari Tuhanmu. Dan (ingatlah), Allah tidak sekali-kali lalai akan segala apa yang kamu lakukan.” (QS. Al-Baqarah : 149)

Baitullah (Ka’bah) adalah kiblat bagi orang-orang di dalam Masjid Al-Haram dan Masjid Al-Haram adalah kiblat bagi orang-orang yang tinggal di Tanah Haram (Makkah) dan Makkah adalah qiblat bagi seluruh penduduk bumi Timur dan Barat dari umatku.” (HR. Al-Baihaqi)

Dalam ajaran Islam, menghadap ke arah kiblat atau bangunan Ka’bah yang berada di Masjidil Haram adalah merupakan tuntutan syariah dalam melaksanakan ibadah tertentu. Berkiblat wajib dilakukan ketika hendak mengerjakan shalat dan menguburkan jenazah Muslim. Menghadap kiblat juga merupakan ibadah sunah ketika tengah adzan, berdoa, berzikir, membaca Al-Quran, menyembelih binatang dan sebagainya.

 

Istiwa A’zham (Persinggahan Utama) - Saat Matahari di Atas Ka’bah

Dalam satu tahun masehi, matahari singgah dua kali tepat di atas Ka’bah. Hal ini merupakan pengetahuan navigasi yang sudah tua umurnya yang Allah SWT berikan untuk kita. Namun sepertinya masyarakat awam tidak banyak yang mengetahui. Dalam bahasa arab disebut sebagai peristiwa Istiwa A’zham (Persinggahan Utama). Peristiwa ini juga disebut rashdul qiblah.

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 28 Mei (atau 27 Mei di tahun kabisat : 2016, 2020, 2024 dst) pukul 12.18 waktu Mekah dan 16 Juli (atau 15 di tahun kabisat) pukul 12.27. Artinya, semua orang yang bisa melihat matahari pada saat itu dan menghadapkan wajahnya ke sana telah menghadapkan wajahnya ke kiblat. Atau jika kita melihat bayangan benda yang tegak lurus di atas tanah, maka bayangan tersebut akan membentuk garis membelakangi arah kiblat.

Bagi yang berada di wilayah Indonesia Barat dan Tengah (WIB dan Wita), waktu kejadian tersebut adalah 27 Mei jam 16.18 WIB (17.18 Wita) dan 15 Juli jam 16.27 WIB (17.27 Wita). Jadi, bagi yang ingin mengecek atau melihat benar tidaknya arah kiblat yang digunakan selama ini silakan keluar pada waktu tersebut dan lihat matahari (atau bayangannya).

Tetapi, jika lokasi kita berada di daerah WIT (waktu indonesia timur), yang tentu saja matahari telah terbenam ketika peritiwa Rushdul Qiblah berlangsung, masih ada kesempatan untuk melakukan pengukuran, yakni pada tanggal 28 november pukul 00.08 waktu Mekkah atau pukul 06.08 WIT dan peristiwa yang sama akan terulang pada 13 Januari pukul 00.30 waktu mekkah atau 06.30 WIT. Karena pada waktu tersebut, matahari terletak di Antipode atau pada titik nadir (tepat berada di bawah Ka’bah, di balik bumi).

 

Wilayah yang bisa melihat matahari saat “di Atas Ka’bah”

Tidak semua wilayah bumi mengalami siang atau bisa melihat matahari pada saat ia berada tepat di atas Ka’bah. Berikut ini adalah gambar wilayah yang bisa melihat:

arah kiblat 2_panggilan dari surau

Peta wilayah dunia yang bisa melihat matahari di atas Ka’bah. Seluruh wilayah di benua Eropa, Afrika dan hampir seluruh Asia bisa melihat peristiwa ini.

 

Wilayah yang bisa melihat matahari saat “di Bawah Ka’bah”

Selain itu terdapat 2 hari lain di mana matahari tepat di “balik” Ka’bah (antipoda), bayangan matahari pada waktu tersebut benar-benar mengarah ke Ka’bah. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 28 November 21:09 GMT (29 November 4:09 WIB atau 6:09 WIT) dan 16 Januari jam 21:29 GMT (17 Januari 4:29 WIB atau 6:29 WIT). Saat matahari di bawah Ka’bah ini cocok digunakan untuk mengecek arah kiblat bagi wilayah Indonesia Bagian Timur yang mungkin sudah masuk malam hari pada saat Istiwa A’zham.

 

Peta wilayah dunia yang bisa melihat matahari di bawah Ka’bah pada tanggal 28 November, jam 6:09 WIT. Seluruh wilayah di benua Amerika Utara dan Selatan, Australia dan Papua bisa melihat peristiwa ini.

Peta wilayah dunia yang bisa melihat matahari di bawah Ka’bah pada tanggal 28 November, jam 6:09 WIT. Seluruh wilayah di benua Amerika Utara dan Selatan, Australia dan Papua bisa melihat peristiwa ini.

 

Tata Cara Penentuan Arah Kiblat

Bagi yang ingin menentukan arah kiblat yang benar, bisa melakukan langkah-langkah sebagai berikut (lihat gambar di bawah) :

arah kiblat 6_panggilan dari surau

 

  1. Tentukan lokasi masjid/mushalla/ langgar atau rumah yang akan diluruskan arah kiblatnya.
  2. Sediakan tongkat lurus panjang minimal 1 meter. Akan lebih bagus jika menggunakan benang besar yang diberi bandul sehingga tegak benar.
  3. Siapkan jam/arloji yang sudah dicocokkan / dikalibrasi waktunya secara tepat dengan radio/ televisi/ internet atau telpon ke 103.
  4. Tentukan lokasi pengukuran; di dalam masjid (diutamakan) atau di sisi Selatan Masjid atau di sisi Utara atau di halaman depan masjid. Yang penting tempat tersebut datar dan masih mendapatkan penyinaran Matahari saat peristiwa Istiwa A’zham berlangsung.
  5. Pasang tongkat secara tegak dengan bantuan lot tukang (jika menggunakan tongkat) atau pasang benang lengkap dengan bandul serta penyangganya di tempat tersebut. (Persiapan jangan terlalu mendekati waktu terjadinya fenomena agar tidak terburu-buru)
  6. Tunggu sampai saat Istiwa A’zham terjadi dan amatilah bayangan Matahari yang terjadi. Berilah tanda menggunakan spidol, benang, lakban, penggaris atau alat lain yang dapat membuat tanda lurus. Maka itulah arah kiblat yang sebenarnya
  7. Gunakan benang, sambungan pada tegel lantai, atau teknik lain yang dapat meluruskan arah kiblat ini ini ke dalam masjid. Intinya yang hendak kita ukur sebenarnya adalah garis shaff yang posisinya tegak lurus (90°) terhadap arah kiblat. Maka setelah garis arah kiblat kita dapatkan untuk membuat garis shaff dapat dilakukan dengan mengukur arah sikunya dengan bantuan benda-benda yang memiliki sudut siku misalnya lembaran triplek atau kertas karton.
  8. Sebaiknya bukan hanya masjid atau mushalla atau surau saja yang perlu diluruskan arah Kiblatnya. Mungkin Kiblat di rumah kita sendiri selama ini juga saat kita shalat belum tepat menghadap ke arah yang benar. Sehingga saat peristiwa tersebut ada baiknya kita juga bisa melakukan pelurusan arah Kiblat di rumah masing-masing. Semoga cuaca cerah.
  9. Jika anda khawatir gagal karena Matahari terhalang oleh mendung (atau kendala lainya), maka toleransi pengukuran dapat dilakukan pada H-2 hingga H+2 (tanggal 25 sd 29 Mei 2016 dan tanggal Juli 2010), dengan cara menambah 3 menit perhari sesudahnya, dan mengurangi 3 menit per hari sebelumnya.

arah kiblat 8_panggilan dari surau

 

 

Semoga dengan lurusnya arah kiblat kita, ibadah shalat yang kita kerjakan menjadi lebih afdhal dan doanya lebih dikabulkan. Amin. (pds)

Keterangan lengkap hubungi Rukyat Hilal Indonesia (RHI) : 0274-552630 atau 08122743082.

 

dari berbagai sumber kemenag.go.id, dream.co.id, republika.co.id, detik.com, rovicky.wordpress.com, anakgonggo.com, muhammad hafidh noor halim (FB), voa-islam.com, nu.or.id

Komentar